PEMBATASAN USIA KAWIN DALAM PERUNDANG-UNDANGAN NEGERI-NEGERI MUSLIM MODERN

PEMBATASAN USIA KAWIN DALAM PERUNDANG-UNDANGAN NEGERI-NEGERI MUSLIM MODERN

Oleh ; Dr. Ali Trgiyatno, M.Ag

Berapa batas usia minimal seorang wanita dan pria boleh melangsungkan perkawinan dalam hukum Islam ?. Secara pasti tidak ada batasan yang mengaturnya. Jika kita runtut dalam sejarah masa lalu, tidak sedikit generasi salaf yang mempraktekkan pernikahan dini atau masih kanak-kanak. Di tanah air sendiri dalam beberapa hukum adat juga dapat dijumpai praktek perkawinan anak-anak.

Dalam literatur fiqih dikenal istilah wali mujbir, yakni wali yang memiliki hak atau wewenang untuk mengawinkan anak gadisnya yang dibawah umur  kepada seorang pria pilihan orang tuanya walau tanpa meminta persetujuannya lebih dahulu. Anak gadis ini dapat melalukan khiyar  (option) ketika ia dewasa untuk terus melanjutkan pernikahannya itu atau memutuskannya. Sungguhpun seorang ayah memiliki hak seperti ini namun alangkah baiknya jika hal semacam ini tidak digunakan sembarangan tanpa mengindahkan hak-hak seorang anak (gadis) dalam menentukan jodohnya.

Sungguhpun tidak ada batasan yang mengaturnya, namun dengan menimbang manfaat dan madharatnya, pernikahan dini atau tepatnya perkawinan anak-anak dipandang dari tujuan pernikahan tidaklah ideal dan dianjurkan. Akan lebih besar madharatnya jika perkawinan dini ini dipaksakan kepada anak-anak. Dengan demikian berdasar kaidah fiqih yang menyatakan ‘daf’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih’ (menolak kerusakan didahulukan daripada menarik kemaslahatan) maka sudah sewajarnya pernikahan dini itu dihindari. Berangkat dari pemikiran seperti inilah jika kita melihat beberapa aturan hukum keluarga di negara-negara muslim modern menetapkan pembatasan usia kawin bagi warga negaranya yang dituangkan dalam UU Hukum Keluarga yang berlaku mengikat  semua warga negaranya.

Tulisan singkat ini akan mencoba mendeskripsikan beberapa aturan pembatasan usia kawin di beberapa negeri muslim yang boleh dikata sudah banyak beranjak dari ketentuan fiqih lama.

Pengaturan Dalam UU

Perkawinan anak-anak (child marriage) adalah perkawinan yang dilakukan oleh pasangan yang belum berusia baligh dalam fiqih islam. Ukuran baligh dalam fiqih secara umum dibatasi  usia 15 tahun bagi laki-laki dan 12 tahun bagi perempuan atau ia sudah mimpi basah (ihtilam ) bagi laki-laki dan mengalami menstruasi bagi perempuan.. Secara umum ada kesamaan pendapat dalam peraturan UU tersebut yang rata-rata menetapkan batas usia minimal diatas usia baligh sebagaimana yang ditetapkan oleh para juris muslim klasik dan tengah. Untuk lebih jelasnya berikut keterangan batasan usia kawin yang ditetapkan beberapa negeri muslim dewasa ini yang kami ambilkan dari keteranga Mahmood Taher dalam dua buah bukunya yang berjudul Personal Law in Islamic Contries dan  Family Law Reform in The Muslim World. (keduanya menjadi text book mata kuliah Hukum Perkawinan, Perceraian dan Waris di Dunia Islam Modern Pasca sarjana IAIN Sunan Kalijaga konsenterasi Hukum Keluarga yang diampu oleh Prof. DR. HM. Atho’ Mudzhar.

  1. Indonesia

Di Indonesia UU yang mengatur masalah perkawinan adalah UU Nomor 1 Tahun 1974 yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 1974. Ketentuan usia minimal kawin diatur dalam pasal 7 yang berbunyi :

Ayat 1 : Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.

Ayat 2 : Dalam hal penyimpangan terhadap ayat 1 pasal itu dapat meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun pihak wanita.

 

Dari ketentuan tersebut tampak bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan batas minimal usia kawin bagi mempelai laki-laki minimal 19 dan bagi mempelai wanita 16 tahun. Namun ternyata ketentuan ini masih membuka ‘celah’ dimungkinkannya perkawinan dini jika wali atau orang tua masing masing menghendaki dengan mengajukan dispensasi ke pengadilan atau pejabat yang ditunjuk.

  1. Malaysia

UU yang mengatur masalah ini adalah UU Keluarga Islam 1984 (Islamic Family Law Act 1984) pasal 8 yang berbunyi :

“ Tidak ada perkawinan dapat dilangsungkan atau didaftarkan dibawah UU ini dari mempelai laki-laki berusia dibawah 18 tahun atau perempuan dibawah umur 16 tahun kecuali hakim syari’ah memberi izin secara tertulis dalam kondisi-kondisi tertentu.

 

  1. Aljazair

UU yang mengatur adalah The Family Law Code 1984 pasal 7 yang bunyinya : “ Usia sah dari perkawinan   adalah 21 tahun bagi laki-laki dan 18 tahun bagi perempuan”

 

  1. Yordania

Diatur dalam The Code of Personal Status 1976 pasal 5 yang berbunyi:

“ Untuk dapat melangsungkan perkawinan kedua pasangan harus sehat dan mempelai harus cukup umur 16 tahun bagi laki-laki dan 15 tahun bagi perempuan”

 

  1. Libanon

UU yang mengaturnya adalah The Law on Family Right 1917-1962 pasal 4 yang isinya :

“ Dipersyaratkan untuk dapat dilangsungkan perkawinan bahwa seorang pria harus genap berusia 18 tahun dan wanita 17 tahun “

  1. Tunisia

Menurut ketentuan pasal 5 ayat 2 Code of Personal Status 1956 – 1981 yang isinya sebagai berikut :

“ Seorang laki-laki yang belum mencapai usia 20 tahun dan seorang perempuan belum mencapai usia 17 tahun tidak dapat melangsungkan perkawinan”

 

Demikianlah beberapa ketentuan pembatasan usia kawin di beberapa negeri muslim. Dan untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut yang menjelaskan batas usia minimal usia kawin di negeri-negeri muslim yang diambil dari buku Taher Mahmood dalam bukunya Personal Law in Islamic Countries hlm. 270.

Nama Negara

Batasn Usia Pria

Batasan Usia Wanita

Aljazair

21

18

Bangladesh

21

18

Mesir

18

16

Indonesia

19

16

Irak

18

18

Yordania

16

15

Libanon

18

17

Libya

18

16

Malaysia

18

16

Maroko

18

15

Pakistan

18

16

Somalia

18

18

Syria

18

17

Tunisia

19

17

Turki

17

15

Ada beberapa negara yang mentolelir atau memberi celah dilangsungkan pernikahan dibawah usia tersebut dalam situasi-situasi tertentu seperti Aljazair, Indonesia, Irak Libanon, Somalia, Syria, Tunisia dan Turki.

Dari tabel di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni :

  1. UU tersebut lebih tegas dan pasti dalam menentukan batas minimal seseorang dapat melangsungkan perkawinan, dimana dalam kitab-kitab fiqih klasik dan tengah tidak ditegaskan.
  2. Usia pria ditetapkan lebih tinggi dari wanita mengingat secara psikologis wanita lebih cepat dewasa dibanding pria.
  3. Indonesia dalam menetapkan batas usia minimal kawin boleh dikata berada pada posisi tengah yakni antara yang menetapkan maksimal 21 tahun  bagi pria dan 15 tahun sebagi batas terendah bagi wanita.
  4. Secara umum terdapat ‘kesadaran’ bersama para pembuat UU tersebut untuk menetapkan usia ‘layak’ kawin di atas batasan baligh sebagaimana yang dirumuskan para ulama fiqih.

Sungguhpun menurut ketentuan UU di negeri kita seorang pria yang telah berusia 19 dan wanita 16 telah ‘lulus’ sensor untuk melangsungkan perkawinan, namun dengan mempertimbangkan segi-segi psikologis, ekonomis dan sosial usia tersebut belumlah ideal. Usia yang ideal adalah usia dimana seorang pria khususnya telah mapan secara ekonomi, siap secara psikologis dan dewasa secara sosial.

Perkawinan dini atau anak-anak sungguhpun pernah dipraktekkan oleh generasi terdahulu baik dari kalangan sahabat, tabi’in maupun generasi sesudahnya dan juga oleh orang tua atau leluhur kita zaman dahulu, dengan mengingat dan memperhatikan konteks zaman sekarang bukanlah sebuah perkawinan yang ideal atau dianjurkan. Barangkali kalau boleh memberi ancar-ancar usia menikah yang cukup ideal bagi seorang pria adalah antara 25 samapai 30 dan bagi wanita antara 20 sampai 25 tahun.

 

D/a : Pascasarjana IAIN SUKA Jl. Laksda Adi sucipto Yogyakarta 55221

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s